Me and My (Forever) Job

Gue paling bingung ketika orang tanya hobi gue apa? Kesukaan gue apa? Hal yang bisa membahagiakan gue apa? Setiap dapet pertanyaan macam itu, gue cuma bisa ngasih jawaban bodoh kaya “gue suka makan. gue suka nonton. gue suka berenang. etc”

Entah cuma gue, atau ada juga orang-orang macam gue di dunia luar sana. Yang jelas, gue tau pasti, bahwa gue ga pernah menyukai suatu hal dengan sangat. Semua lagu atau penyanyi yang menurut gue suara atau lagunya bagus, pasti gue dengerin. Semua makanan yang rasanya enak di lidah gue, pasti gue makan. Semua merk baju yang modelnya simple dan punya ukuran yang pas di badan gue, pasti gue beli. Sepatu juga gitu. Intinya gue bukan tipe orang yang gampang bersifat fanatik sama 1 hal.

Pertanyaan ini berlanjut terus sampai ke arah pekerjaan. Apakah gue menyukai pekerjaan gue. Apakah gue bahagia dengan pekerjaan gue. Apakah gue tertarik untuk pindah ke dunia pekerjaan yang lain. Dan sebagainya. Jawaban gue yang ini agak beda kalo dibandingkan dengan jawaban dari pertanyaan apa hobi gue. Gue suka sama pekerjaan gue. Suka banget.

Nah tapi jangan jadiin ini kesimpulan kalo hobi gue adalah kerja ya. Plis jangaaan, huhuhu..

Ngeliat hidup gue yang keliatannya kaya kerja terus, beberapa orang sampe nanya “Mau sampai kapan ay lo kerja kaya gini terus?”. Hm. Terus terang gue ga butuh banyak waktu untuk menjawab pertanyaan macam ini. Jawaban gue konstan, “Gue akan kerja kaya gini sampe gue mati”. Tapi apa yang kalian liat ga sepenuhnya bener kok. Namanya kerjaan, pasti ada masa-masa sibuknya. Gue juga sering ga sibuk. Gue juga masih sering nongkrong sm temen-temen gue. Hidup gue masih sangat berwarna kok.

Terima kasih lho untuk seluruh perhatiannya. Gue tau kalian semua sayang sama gue. Gue juga sayang kok sama kalian semua. Tapi untuk lebih jelasnya, ijinkan gue menjelaskan itu lewat tulisan gue ini ya.

Hal mendasar yang perlu kalian tau adalah, gue sangat mencintai pekerjaan gue. Seperti apapun kalian menilai pekerjaan gue, yang menurut banyak orang waras terlalu menyita waktu. Gue sangat sangat sangat yakin kalau gue mencintai pekerjaan gue.

Dunia yang gue kelutin ini selalu berubah setiap saat. Menghadapi seribu masalah yang sama untuk 5 orang yang berbeda, belum tentu berhasil kalo dilakuin dengan metode yang sama. Sifat orang kan beda-beda ya. Cara kita handle mereka juga udah pasti akan berbeda. Dan ini sangat menyenangkan. Terlepas dari gue juga tetep sering ngedumel dan triak-triak stress kalo lagi event, tapi ternyata itulah yang bikin gue masih ngerasa hidup sampe sekarang. Kesibukan yang ga ada abisnya, maki-makian client yang ga jelas maksudnya, brief yang selalu berubah setiap saat, budgeting yang bikin sakit kepala karena mefet banget dari kata profit, semuanya akan mendadak sirna ketika gue berhasil menyelesaikan satu pekerjaan dengan baik. Ngeliat client happy, denger kalimat “terima kasih” dari mereka, rasanya mungkin hampir sama kaya ketika kita lagi orgasme. Klimaks! Puas!

Gue akan kasih salah satu contoh tentang gimana rumit, stressful, tapi menyenenangkan dari event yang pernah gue handle ya.

Sebenernya hampir semua event itu sama rumitnya. Mau event dengan nilai pekerjaan yang kecil maupun yang besar. Capeknya sama.

  1. Semuanya diawali dengan pitching. Atau bidding. Atau tender kalo istilah pemerintahnya. Disinilah awal kita mulai bekerja. Nyari proyekan. Dikata bikin tender itu gampang? MWEH! Ga segampang itu. Bikin dokumen tender itu stressful baby. Dengan banyaknya informasi yang harus kita jelaskan dalam singkatnya waktu yang diberikan, percaya deh, kalau kalian tidak tabah, kalian akan sangat sangat sangat depresi. Lembur tiap hari. Browsing ini itu. Telp sana sini. Minta dukungan sana sini. Itu bukan perkara mudah. Sungguh! Kalian akan tau nanti ketika kalian ngalamin langsung. Panjang soalnya cyiin kalo ngomogin bidding doang. Fucknya dari bagian ini adalah, kita belum tentu menang! Kalau ga menang lelang, ya berarti kita ga dapet pekerjaannya. Memenangkan lelang tanpa ada kolusi, itu baru gue alamin di kantor gue yang sekarang. Happy parahhh.. (Thank you Abang, Thank you Mba. You’re the best)
  2. Setelah menang lelang, baru deh kita kerja. Banyak hal yang harus kita hadapin disini. Dan ini dunia nyata. Bukan lagi dunia kuliah. So please watch your step! Kita harus menghadapi seribu satu keinginan client yang berubah-ubah setiap saat.
  3. Kita harus menghadapi para designer yang mungkin suatu saat akan ngambek karena harus terus-terusan dikejar revisi yang ga ada kelarnya.
  4. Kita juga harus menghadapi para vendor yang dituntut untuk memenuhi seluruh tuntutan kita dengan harga yang sangat minim.
  5. Kita harus menghadapi perusahaan yang menetapkan target keuntungan sekian persen untuk setiap event yang kita pegang.
  6. Kita harus berkomunikasi dengan banyak orang. Kita harus belajar memendam emosi dan amarah kita. Harus bersedia nelen ludah waktu disuruh-suruh orang macam kalian ini babu nya mereka. Singkat kata, kita akan menjadi seakan tidak punya harga diri disini. Tapi percaya deh, harga diri kita akan meningkat tajam kalau kita tau bagaimana cara menghadapi mereka dengan benar.
  7. Trus sekarang lo pada nanya, emg gimana cara menghadapi mereka dengan benar. Hahahaha.. Kalo gue sih, gue ga pernah masukin ke hati. Dibuat agak mati rasa. Jadi gue ngerjain semua kerjaan gue sebatas gue tau gue harus mengerjakan dan menyelesaikan semuanya dengan benar Segala pikiran negative yang sekiranya bisa merusak kinerja gue, gue buang jauh-jauh. Toh sampe sekarang, ga ada tuh yang berani nganggep gue babu mereka. Gue merasa sangat di apresiasi malah sama semua client dan bahkan boss gue di kantor.

Nah trus, ketika gue bilang gue akan kerja sampe mati di bidang ini, apakah itu berarti gue ga mau berkembang? Apakah menurut kalian gue akan stuck disini? Menurut gue kok engga ya.

Gue memang bukan tipe pemikir. Gue bahkan ga pernah muluk-muluk menargetkan akan jadi apa hidup gue 5 tahun mendatang. Gue akan lebih bahagia kalau itu semua bisa jadi surprised buat gue. Apapun yang akan terjadi di hidup gue, 5 atau 10 tahun mendatang, biarin aja itu tetep jadi rahasia Tuhan buat gue. Gue percaya kok Tuhan ga mungkin ngasih masa depan yang buruk buat gue. Gue juga masih percaya sama diri gue sendiri, as long as gue masih sanggup kerja, gue pasti akan kerja dengan segala yang gue bisa. Jadi kalo gue udah kerja bener-bener, masa iya Tuhan bakalan mengkhianati gue? Ga mungkin lah 🙂

Tau ga apa hal yang paling menarik dari pekerjaan gue?

Gue bisa secara tidak langsung bekerja buat negara gue cuy! Oyes! Gue kan emang rada-rada lebay ya sama nasionalisme. Dari dulu gue selalu berdoa, gue pengen bisa melakukan sesuatu buat negara gue yang kusut tapi gue cinta ini. Tapi apalah gue. Lulusan dengan IPK 3 koma sekian. Pinter engga. Bodoh juga engga (eh?). Siapa lah gue yang bisa punya kesempatan buat memberikan sesuatu buat negara gue. Jauh lah ya dari angan-angan indah gue.

Lewat pekerjaan gue ini, gue bisa bantu pemerintah mempromosikan Indonesia. Gue secara tidak langsung membantu pemerintah buat nyari investor buat Indonesia. Bukan gue yang mempromosikan. Bukan gue juga yang maju buat nyari investor. Tetep sih itu kerjaan pemerintah. Tapi ketika gue kerja buat arrange meeting mereka, arrange activity mereka, secara ga langsung gue sudah terlibat dalam mensukseskan tujuan mulia mereka bukan? Hehehehe.. Dan itu lah yang bikin gue semakin yakin tidak mau meninggalkan dunia pekerjaan gue sekarang.

Kalian juga bisa melakukan hal yang sama. Sebenernya intinya kalian harus yakin sama apa yang kalian kerjain. Kalian harus menikmati perjalanan kalian. Santai aja. Ga usah terlalu ngoyo. Perjalanan itu untuk dinikmati. Ada kalanya ngerasa capek, ya wajarlah ya. Namanya juga manusia. Ada kalanya ngerasa bosen, ya istirahat lah. Nanti kalau udah waras, mulai lagi. Yang perlu diinget, akan terasa sangat sucks kalo keseringan bosen. Kapan majunya? Bosen itu wajar kok. Yang ga wajar kalo keseringan. Kapan bisa jadi ahli kalo keseringan bosen? Kapan mau dianggap senior kalo dikit-dikit nyerah?

Gue ga mau jadi Mario Teguh dadakan disini. Intinya percaya diri, jangan gampang nyerah, jangan belagu. Kalo kata pepatah, di atas langit masih ada langit. Jangan takut buat dianggep babu berdasi. Bahkan presiden juga mendedikasikan hidupnya untuk jadi babu rakyatnya kok.

Enjoy your life. Enjoy your job. Enjoy the ride!

Second Tattoo – Lotus Flower :)

Sebenernya gue memang bisa dikategorikan ke perempuan yang rada aneh sih. Gue paham bahwa perempuan ber tattoo itu masih memiliki konotasi negative di kalangan masyarakat Timur semacem kita. But then, gue terlalu yakin, bisa dibilang over PD, bahwa kehidupan orang bertattoo tidak selamanya buruk seperti yang orang bayangkan. Gue ga mau terpaku sama penampilan, pendapat dan omongan orang. Gue percaya, ketika mereka mulai mengenal gue secara pribadi, ketika mereka lebih sering berinteraksi dan terlibat dalam hidup gue, mereka akan bisa lebih open minded. Tapi balik lagi sih, semua orang bebas berpendapat.

Banyak orang yang katanya baru bakalan pengen ditattoo lagi setelah beberapa minggu atau sebulan dari tattoo pertama. Gue? Baru jadi, belom keluar studio tattoo, gue udah pengen nambah tattoo baru.

Cerita tentang tattoo pertama gue udah pernah gue share di post sebelumnya. Beda sama yang sekarang, tattoo pertama gue tanpa makna. Pure cuma pengen punya sesuatu yang beda, yang ga dipunyai sama orang lain. Thats why gue memutuskan untuk tattoo ambigram nama gue.

Di tattoo kedua gue ini, gue lebih pengen sesuatu yang ga cuma unik, tapi bermakna dan filosofinya bisa selaras sama jalan hidup gue. Setalah gue browsing beberapa design tattoo beserta dengan maknanya, akhirnya gue memutuskan untuk bikin tattoo Lotus Flower.

Setelah nemu lotus flower, gue lanjut nyari ide untuk coloring tattoonya. Dan gue jatuh cinta dengan seni water color tattoo. Gue jatuh cinta dan langsung memutuskan untuk milih itu untuk tattoo kedua gue.

Gue mau cerita dikit tentang filosofi bunga lotus yang gue dapet 🙂

Bunga teratai / bunga lotus memiliki nama latin Nymphae , di Dunia dikenal dengan Water Lily sedangkan Bunga lotus memiliki nama ilmiah Nelumbo nucifera nama ilmiah lainnya adalah Nelumbium nelumbo, Nelumbo speciosa, Nelumbium speciosum. Di Indonesia dikenal dengan bunga seroja, sedangkan di dunia dikenal dengan Sacred Water Lotus, Sacred Lotus, and Chinese Arrowroot, dan lain-lain.

Bunga Teratai adalah bunga yang memerlukan lumpur dan air untuk tumbuh dan berkembang, akan tetapi ia tidak akan tenggelam ke dalamnya. Bunga ini hidup di atas air yang tenang dan kotor, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan seringkali dijadikan tempat loncatan katak.
Dengan kondisi sedemikian kotornya, orang akan menganggap bunga teratai sebagai bunga yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup. Akan tetapi, bertolak belakang dengan kenyataannya, bunga teratai tetap tampil dengan keanggunan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup penuh keindahan dan kebersihan tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betapapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik bahkan menambah keindahan pula bagi lingkungan di sekitarnya.Begitu juga kehidupan kita sebagai manusia. Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang memerlukan keinginan atau hasrat untuk berkembang kearah lebih maju, untuk mencapai harta demi pencapaian sebuah tujuan. Tanpa keduanya perjalanan hidup manusia tidak akan pernah tercapai, tapi bukan lantas kita tenggelam diantara keduanya. Hasrat dan keinginan tetap kita jalani dengan kebaikan sehingga harta yang kita dapatkan bersumber dari kebaikan pula sehingga pada akhirnya akan memberikan suatu keindahan bagi lingkungan dan alam sekitarnya seperti bunga Teratai.

Arti Bunga Lotus dan Teratai sebagai Lambang Spiritual

Teratai putih melambangkan Bodhi (Sansekerta untuk pencerahan).
Murni melambangkan tubuh, pikiran dan jiwa, bersama dengan kesempurnaan spiritual dan perdamaian sifat seseorang.Sebuah bunga teratai umumnya dilengkapi dengan delapan kelopak, yang sesuai dengan Delapan Jalan Hukum Baik. Teratai putih dianggap sebagai teratai dari Buddha (tapi tidak Buddha sendiri) karena disebutkan di atas simbol-simbol yang terkait dengannya.

Lotus merah muda
Lotus merah muda diartikan sebagai tempat tertinggi dan suci, dan sangat dihormati. Ini juga merupakan alasan, bahwa semua dewa menurut kepercayaan Hindu dan juga Buddha sendiri duduk di atas lotus merah muda. Lotus merah muda melambangkan keadaan pikiran seseorang, yang merupakan tahap di mana ia telah pencerahan tertinggi.
Bunga lotus juga melahirkan simbolisme dalam budaya Cina. Keindahan bunga lotus menginspirasi pada karya seni, puisi, arsitektur, dan desain dalam budaya Cina. Lotus tumbuh keluar dari air berlumpur, tidak terpengaruh dan tak tersentuh oleh kotoran, sehingga dianggap yang tertinggi di antara semua bunga. Di zaman modern, lotus merupakan salah satu bunga yang paling populer, yang sering digunakan untuk tato karena makna yang melekat padanya. Tato bunga lotus melambangkan semangat untuk mengatasi kesengsaraan hidup dan kesempurnaan.
Akhir kata, bunga lotus adalah salah satu dari beberapa bunga yang telah mempesona umat manusia dari zaman dahulu, dengan keindahannya yang eksotis dan misterius. Bunga lotus mengilhami pikiran manusia untuk mencapai kesempurnaan dalam kesengsaraan hidup.

Maknanya dalem banget kaaaannn? Gilak! Dan tergila-gilalah gue dengan makna ini. Semoga sih ini sejalan dengan hidup gue ya. Gue juga pengen menuju ke kesempurnaan. Walaupun gue tau ga ada manusia yang sempurna selain Tuhan.

Konsep tattoo udah mateng, step selanjutnya adalah gue nyari studio tattoo. Gue browsing di internet, check Facebook dan instagram. Dari beberapa studio tattoo, gue tertarik untuk tau lebih dalam tentang studio tatoo di kawasan Pantai Indah Kapuk. Namanya Something Tattoo. Pas gue check, ternyata mereka punya studio tattoo juga di Kelapa Gading. Lebih deket sama rumah. Okelah ya.. Ga berenti sampe situ, gue check lagi tattoo artist yang mereka punya (yang Something Tattoo punya). Dari beberapa nama dan hasil tattoo, gue tertarik sama Olga Caca. She’s the real painting artist. Hasil lukisannya keren-keren. Dan bahkan hasil tattoonya juga kaya lukisan. Keren deh.

Singkat cerita, mulailah gue berkomunikasi dengan mereka, dan nyusun jadwal untuk konsultasi awal. Buat konsultasi aja nih, bikin janjinya mesti dari lama. Susah banget pengen konsultasi sama mereka. Jadwalnya padet chuuyyy! But anyway, kita berhasil lah nemuin mereka untuk konsultasi awal. Setelah ngerasa click, kita deal untuk eksekusi tattoo sesuai dengan design dan konsep yang udah kita bicarain. Beberapa minggu berjalan, tibalah hari eksekusi.

Gue sangat sangat sangat excited. Dari awal hampir semua orang yang gue kasih tau kalo gue mau tattoo selalu bilang kalo tattoo itu sakit. Ketika tattoo pertama selesai dan gue bilang kalo itu ga sakit, temen-temen gue bilang mungkin tattoo di lengan tangan ga sesakit kalo di badan tangan. Tapi pun selama proses tattoo kedua sampai dengan selesai, gue juga ga ngerasa sakit. Gue prefer tidak menggunakan emla. Karena kalopun sakit, gue anggep itu adalah bagian menarik dari seni tattoo. Jadi kalo udah berani pengen punya tattoo, ya harus berani ngadepin rasa sakitnya. As per Something Tattoo said for their tagline, “pain is nothing, pride is something”.

When she finished drawing line
When she finished drawing line
Half way to go
Half way to go
Mulai coloring
Mulai coloring
There you go!
There you go!

Sumber filosofi tattoo : http://thefilosofi.blogspot.com/

Studio Tattoo : SomethingTattoo (instagram)

Tattoo Artist :  @olgacaca (instagram)

Akhirnya! Tattoo pertama!

Berawal dari iseng-iseng browsing dan follow Instagram beberapa studio tattoo dan tattoo artist, lalu mulai iseng minta ijin ke boss gue buat pasang tattoo.

Wait. Kenapa ijin sama boss di kantor? Karena gue nyari duit di kantornya cyin.. Karena gue ga mau merusak reputasi boss apalagi kantor gue, atau apapun itu namanya. Jadi ketika gue minta ijin, dan mereka ngijinin gue, gue langsung semangat buat merealisasikan mimpi gue. Well, boss gue emang the best!!!! Hehehe 😘

Gue mulai makin sering liat-liat design tattoo. Gue tertarik dengan bunga lotus. Mulai dari design dan filosofi yang terkandung dalam bunga lotus, semuanya sangat menarik, dan gue merasa itu cocok untuk gue.

Selanjutnya, gue mulai mikir tentang ukuran tattoo. Seberapa besar nanti gue mau bikin itu tattoo. Karena gue newbie, jadi gue pikir baiknya gue start dengan ukuran yang tidak terlalu besar dulu.

Boss gue merekomendasikan salah satu tattoo artist di bekasi. Dulu mereka juga pernah pasang tattoo sama dia. Akhirnya, pergi kesanalah gue. Awalnya cuma mau ngobrol-ngobrol dulu. Mau nyari feeling nyaman dulu. Gak nyampe sejam kita ngobrol, gue memutuskan untuk di tattoo saat itu juga!!

Begitu masuk studionya, dengkul gue sempet lemeess. Rasanya kaya mau copot. Apalagi pas ngeliat jarumnya! Maaaaakkk, rasanyaa pengen kabur! Disitu nyali gue mendadak ciut. Ciut parah!
Tapi akhirnya gue pasrah. Kalopun sakit yaudah, bakal gue hadepin!

Pertama kesentuh jarum, booooookkk sakit cuy! Aselik sakit. Tapi ga nyampe 10 menit, rasa sakitnya hilang. Dan gue langsung bisa ngobrol sambil nyanyi-nyanyi. Bener-bener ga sakit.
Jadi kalo kata orang di tattoo itu sakit, enggak. Awalnya sakit. Tapi abis itu biasa aja kok.

Dan, inilah hasil tattoonya. Ga jadi bunga lotus. Jadinya ambigram nama gue. Nanti tattoo kedua gue, baru deh bunga lotus. Hehehe..

image

Curhat

This is gonna be my super duper random feelings. Mulai dari yang sifatnya pribadi banget, sampe ke hal-hal yang sifatnya cita-cita.

Let me begin with talking about dreams.

1. HEALTHY LIFE. Gue mau mulai belajar buat hidup sehat. Belajar menjauhi junkfood & stop smoking (i dont know how to do these, kinda impossible, but, i’ll try). Rajin nge-gym. Banyak minum air putih. Belajar mencintai juice. Harus lebih sering ke section fruits kalo ke supermarket ketimbang ke section chocolate & snacks, hehehe

2. TAKE AN ENGLISH CLASS. Ini lebih ke arah pembekalan diri. Next, gue pengen nulis blog pake bahasa inggris. Ga cuma asal orang bisa baca dan ngerti maksud tulisan gue, tapi gue pengen struktur kalimat gue juga bener. Who knows gue bisa jadi pro writer? Sebenernya ini juga udah lama banget gue rencanain. Tapi selalu aja gagal di tengah jalan karna jadwal kerja gue ga ngijinin gue buat punya kesibukan lain selain kerja. Sekarang, dengan tim kerja yang baru, gue optimis bisa punya kesempatan buat ngeluangin waktu buat belajar lagi.

3. HAVE MY VERY FIRST TATTOO ON MY HAND. Untuk hal ini gue berharap ga perlu nunggu waktu yang lama. Pokoknya gue akan segera merealisasikan tattoo gue. Thank God, gue punya boss yang kueren berat! Mereka ngijinin gue ber-tattoo! Hehehehe.. Ah gilak! Ga sabarrrrrrr… 😉

4. Suddenly, i feel like i need to be more CALM. Ga perlu terlalu memikirkan sesuatu terlalu serius. Gue sadar selama ini gue terlalu kusut mikirin semuanya. Like “kalo gue begini nanti jadinya begitu, kalo jadinya begitu trus nanti hasilnya begini” dan seterusnya. Gue terlalu berhati-hati. Mungkin gue harus lebih santai. Nikmatin semuanya segimana emg udah semestinya. Kalopun ternyata nanti gue harus jatoh, ya nanti gue bakal bangun lagi. As simple as that. Daripada hati-hati, ngejagain kaki biar ga jatoh, trus ternyata di tengah jalan harus jatoh lagi? Yang harusnya cuma sakit krn jatoh jadi double sakit krn ditambah sakit hati. Hehehe..

My Japan Trip

Ini adalah pengalaman saya ketika melakukan perjalanan wisata akhir tahun ke Jepang selama 8 hari yang lalu.

Saya memilih tiket pesawat CGK – NGO (v.v) dengan Air Asia. Kebetulan pada saat itu Air Asia harganya lebih murah jika dibandingkan dengan ANA Air dan Garuda Indonesia.

Begitu sampai di Chubu International Airport, untuk mencapai Nagoya kita harus naik kereta dulu ke Nagoya Stasiun dengan biaya sebesar 870 Yen. Setelah sampai di Nagoya Station, untuk mencapai hotel yang saya pesan (Hotel Wing International Nagoya), saya harus naik subway lagi dan keluar di stasiun Marunouchi. Biayanya sekitar 270 Yen.

Hari pertama, saya jalan-jalan ke Nagoya Castle. Tempatnya tidak begitu jauh dari hotel tempat saya menginap. Jadi saya memutuskan untuk berjalan kaki dari hotel ke Nagoya Castle. Tips saya, jangan lupa membawa air minum. Apalagi kalau memutuskan untuk berjalan kaki. Di sepanjang jalan ada banyak minimarket yang kita jumpai. Di dalam area Nagoya Castle juga ada. Ada beberapa mini cafe / restaurant juga. Jadi jangan takut kelaparan atau dehidrasi karena haus. Untuk naik ke tower Nagoya Castle juga tidak melulu hanya menggunakan tangga. Ada alternatif menggunakan lift kalau kita lelah. Yang perlu dicatat, kalau naik lift, kita akan melewatkan beberapa ruangan exhibisi. Nagoya Castle ini areanya cukup luas.

2014-12-29-00-19-54_deco

Hari Kedua. Hari kedua saya memilih untuk agak bersantai. Jadi saya memilih untuk pergi ke Nagoya TV Tower dan area di sekitarnya.

Disini saya menghabiskan waktu dengan membaca buku sambil minum kopi. Sesekali saya berganti tempat untuk mencicipi restaurant-restaurant yang ada di sekitar Nagoya TV Tower dan Oasis 21.

2014-12-28-13-28-39_deco IMG201412281124082014-12-28-13-38-14_deco

Hari Ketiga, saya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berpindah tempat dari Nagoya ke Tokyo. Saya memilih Singkangseng untuk membawa saya dari Nagoya ke Tokyo. Harga tiketnya cukup mahal. Sekitar 10,360 Yen.

Hari Keempat. Di kesempatan ini pertama-tama saya pergi ke Senso-ji Temple. Tempat ini cukup menarik. Karena saya banyak melihat rumah-rumah dan warung asli Jepang di sepanjang perjalanan saya. Sepanjang jalan yang saya lalui sangat ramai. Hampir seperti Pasar Baru kalau di Jakarta :p

IMG20141230131610 IMG20141230131706 IMG20141230132223 IMG20141230133059

Yang menarik adalah, di sepanjang jalan menuju ke Senso-ji Temple, terdengar alunan musik tradisional Jepang. Tempat ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan. Mereka datang tidak hanya untuk melihat, tapi juga banyak yang datang dan melakukan ritual sembahyang. Saya sempat ikut melempar koin dan berdoa di dalam temple. Rasanya sangat menyenangkan memiliki pengalaman seperti ini. Ah padalah saya pengen mengunggah video. Tapi karena saya bukan pengguna premium, saya jadi ga bisa berbagi video disini. Sedihnya.

IMG20141230133747 IMG20141230134630 2014-12-30-21-37-09_deco 2014-12-30-21-37-46_deco

Sepanjang perjalanan pulang saya, saya tertarik dengan salah satu warung jajanan yang antriannya sangat panjang. Padahal warungnya sangat kecil. Semacam kedai karage. Saya ikut mengantri, dan rasa makanannya umm.. ya okelah, walaupun sebenarnya tidak terlalu wow, hehe..

IMG_20150104_054008

Dari Senso-ji saya melanjutkan perjalanan ke Sengaku-ji. Ini adalah temple sekaligus the grave of 47 Ronin. Saya berkendara dengan subway via Asakusa Line yang mengarah ke Misakiguchi, lalu turun di Sengakui Stasiun. Dari Sengaku-ji Stasiun, saya hanya perlu berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit untuk tiba di Sengaku-ji Temple.

IMG_20150104_052521 IMG20141230154946 2015-01-01-12-58-48_deco IMG20141230155356 IMG20141230160102 IMG20141230155239

Setelah selesai dari Sengaku-ji, saya melanjutkan perjalanan ke Shibuya Road. Dan akhirnya, dengan mata kepala saya, saya melihat kesibukan crossroad di area Shibuya. Sangat sangat sangat ramai. Saya juga ngga lupa untuk berfoto dengan patung anjing Hachiko yang melegenda itu.

2014-12-31-20-42-35_deco 2015-01-04-04-57-30_deco

Hari Kelima, yang sekaligus malam tahun baru. Hari ini saya memutuskan untuk sedikit lebih bersantai. Saya pergi ke Meiji Shrine Gohye untuk melihat tradisional ceremony. Senang sekali bisa memiliki kesempatan untuk melihat upacara (yang entah apa nama dan maksudnya) secara langsung.

2014-12-31-20-41-13_deco

Setelah puas menikmati pemandangan yang tidak mungkin saya dapatkan di Indonesia, saya melanjutkan perjalanan ke tengah kota Tokyo, tepatnya di Minato. Menghabiskan waktu dengan duduk sambil membaca buku di sebuah kedai kopi. Saya memutuskan untuk membaca buku Chicken Soup for The Single Soul.

2014-12-31-20-07-58_deco

Sembari membaca, saya teringat beberapa kejadian terakhir yang sedikit menyakitkan hati. Tiba-tiba hati dan pikiran saya melayang. Membayangkan dengan penuh rasa penyesalan dan amarah. Setelah hampir selama lebih dari 2 tahun saya berjuang untuk bangkit dari kesedihan yang mendalam, lagi-lagi sekarang saya harus merasakan hal yang hampir serupa. Setelah dengan susah payah saya berusaha untuk merangkak dan berjalan. Setelah dengan sangat berhati-hatinya saya menjaga hati dan hidup saya dari kesedihan, saya akhirnya terpaksa harus merasakan kesedihan yang sama. Agak sulit untuk saya mengungkapkan betapa marahnya saya. Betapa orang yang sedemikian saya percaya bisa membantu saya untuk menjaga hati saya dari kesedihan, dengan sengaja mengecewakan dan justru membuat saya tenggelam dalam kesedihan. Agak susah rasanya untuk tidak membenci dan tidak mengeluarkan sumpah serapah.

Rasanya berat untuk menahan air mata. Tapi sore itu, di tengah kesendirian saya, saya mendapat teguran. Melalui sebuah buku dan secangkir kopi. Teguran hangat yang sangat menguatkan hati saya. Tuhan menegur saya. Tuhan menegur saya karena saya mendendam. Karena saya sudah mengeluarkan sumpah serapah, dan Tuhan tidak suka dengan apa yang sudah saya lakukan. Tuhan mengingatkan sedikit memaksa saya untuk memaafkan orang tersebut.

Saat itu juga, saya menyerah. Saya melepaskan pengampunan. Dan tiba-tiba ada perasaan lega yang entah darimana datangnya. Saya melepaskan pengampunan untuk orang itu dengan penuh rasa damai di hati, bahkan di otak saya, saya merasa sangat damai. Saya berdoa semoga Tuhan mengubahkan hidupnya menjadi lebih baik. Kiranya kasih setia yang selalu Tuhan berikan untuk saya juga bisa tercurah untuk hidupnya. Memberkati hubungannya dengan keluarga dan orang-orang terkasihnya. Memberkati pekerjaan, anak-anaknya. Dan semoga mereka senantiasa dapat menikmati kebahagiaan dengan kesehatan yang sempurna. Dan semoga Tuhan masih mau mengampuni saya karena sudah sempat menyimpan dendam dan kebencian di dalam hati saya. Setelah saya lega, saya melanjutkan perjalanan untuk menikmati tahun baru di Tokyo Tower.

2015-01-01-02-23-43_deco

Hari Keenam. Di hari ini saya juga menghabiskan banyak waktu dengan melakukan perpindahan dari Tokyo ke Kyoto. Kali ini saya memilih menggunakan kereta lokal yang harganya juauh lebih murah dari Singkangseng. Saya beli session juhaci kippu. Untuk 5 hari dengan unlimited pemakaian (JR only), harganya hanya sekitar 11,850 Yen. Sepanjang perjalanan saya menikmati pemandangan laut dan gunung. Sesekali saya berhenti di stasiun (random) hanya untuk beristirahat sambil menghangatkan badan, membaca buku dan menikmati kopi. Saya berangkat dari Tokyo jam 11.30am, sampai di Kyoto jam 9pm. Perjalanan panjang yang cukup menyita waktu, tapi saya senang. Saya sangat menikmati perjalanan saya. Saya berbicara dengan beberapa orang Jepang selama di kereta. Mereka sangat baik dan sangat ramah. Bahkan ketika saya tertidur, mereka membangunkan saya karena takut kalau saya kelewatan turun stasiun, hehe..

Hari Ketujuh. Saya memutuskan untuk tidak mengunjungi objek-objek wisata di Kyoto. Saya memilih untuk menghangatkan diri di sebuah cafe. Dan selanjutnya pergi ke pusat perbelanjaan. Saat itu hujan salju sedang turun di Kyoto. Dan menurut informasi, hujan salju kali itu adalah salju tertebal selama 3 tahun terakhir.

2015-01-02-10-39-30_deco 2015-01-02-10-44-10_deco 2015-01-02-13-52-02_deco 2015-01-04-04-55-07_deco

Beberapa tips dari saya kalau ingin melakukan perjalanan ke Jepang :

  1. Tiket kereta untuk di Jepang bisa dibeli di Indonesia, dan harganya lebih murah. Untuk 7 hari, bisa naik Singkangseng dan JR harganya sekitar IDR 3,500,000. Syaratnya hanya visa Jepang harus sudah diisued. Karena biasanya mereka tidak jual paket tersebut kalau kita belum dapet visa
  2. Kalau ngga sempet beli tiket di Indonesia, sebaiknya beli session juhaci-kippu. Bisa dibeli di stasiun kereta di Jepang. Nama tokonya JR TOKAI AGENCY
  3. Check rute perjalanan dari satu tempat wisata ke tempat wisata yang lain via maps google. Kalau naik public transport, jangan lupa pilih pilihan public transport. Nanti akan dijelaskan kita naik apa via subway / kereta / line apa ke arah mana, harganya berapa. Akurat kok. Selama di Jepang, saya bergantung hidup dari google maps. Jadi sebelum saya meninggalkan hotel, saya sudah screenshot semua rute perjalanan saya sepanjang satu hari. Untuk menjauhi kemungkinan nyasar,hehe
  4. Untuk check jadwal kereta apapun, dari suatu tempat ke tempat lain, bisa check di hyperdia.com (ini juga informasinya sangat akurat)

Nah, demikian pengalaman liburan akhir tahun saya. Happy New Year everyone! Cheers!

Manfaat Menulis

Ternyata kegiatan menulis memiliki banyak sekali manfaat untuk kita. Mereka yg terbiasa menulis adalah mereka yang cenderung kreatif, fresh dan easy going.

Menulis Dapat Merelaksasi Hati dan Pikiran

Kita semua tentu paham bahwa menulis tidak selalu dapat menyelesaikan sebuah masalah. Tapi ketika kita menulis, kita sedang menuangkan ekspresi hati yang mungkin tidak dapat kita tunjukkan dalam perilaku kita. Ini menarik. Karena se supel apapun orang itu, siapapun itu, apapun stratanya, bagaimanapun keadaannya, pasti ada satu atau beberapa moment yg membuat kita merasa sangat lelah, atau mungkin sangat bahagia, tapi kita tidak bisa meluapkan ekspresi tersebut karena banyak hal.

Menyimpan sesuatu di dalam hati tidak selalu baik untuk kita. Terutama dalam hal kesehatan. Dan ini sudah terbukti secara ilmiah.  Ketika kita menyimpan atau memendam suatu perasaan (dalam hal ini bersifat negatif), kita sedang membiarkan tubuh kita merasakan kesakitan.

Suatu hari saya pernah memendam amarah yang sangat tinggi. Kemarahan itu tidak terjadi begitu saja, tapi merupakan sebuah klimaks dari rangkaian moment yg sudah terjadi di masa lampau. Ketika itu, saya tau bahwa kalau saya terus membiarkan diri saya dikuasai oleh amarah, tubuh saya akan bereaksi dan saya akan mudah sakit. Tidak berapa lama, hal yang saya pikirkan terjadi. Muncul sebuah benjolan di payudara saya. Benjolan itu sebesar puting. Bayangkan bagaimana paniknya saya mengetahui ada benjolan di payudara saya. Ketika saya sharing mengenai hal ini ke orang tua dan beberapa sahabat saya, reaksi mereka tidak kalah paniknya dengan saya. Pada saat itu saya tahu, ini terjadi karena saya menyimpan sesuatu yang buruk di dalam hati saya. Saya mencoba untuk melepaskan hal negative tersebut dengan menulis. Waktu itu saya hanya menulis di notes handphone saya. Dan percaya atau tidak, dengan menulis saya bisa lebih melepaskan uneg-uneg yang selama ini tidak pernah bisa saya ungkapkan kepada siapapun. Tidak lama kemudian benjolan itu hilang dengan sendirinya. Sampai sekarang.

Semenjak saat itu, saya jadi rajin menulis. Mengungkapkan seluruh isi hati saya melalui tulisan. Dari tulisan juga saya bisa mencatat track record saya dalam menghadapi sesuatu. Saya bisa menilai dan akhirnya melalukan review terhadap diri saya sendiri.

Menulis Dapat Mengasah Otak dan Meningkatkan Kreatifitas

Ketika kita menulis, secara tidak sadar kita sedang mengajak otak kita untuk berpikir dalam situasi yang lebih sistematis. Kita mencoba untuk membuat alur. Menceritakan kronologis kejadian. Mendeskripsikan sesuatu. Mengingat dan membuat kesimpulan dari sesuatu yang telah terjadi. Berfantasi membayangkan tentang sesuatu yang belum pernah terjadi. Meletakkan egois dan mencoba menaruh empati dalam setiap kalimat. Semua hal tersebut mudah untuk dilakukan. Tapi tidak semua orang berhasil untuk melakukan. Saya mungkin termasuk ke dalam golongan yang belum berhasil dalam menulis. Hal ini lah yang mendorong saya untuk akhirnya harus lebih sering menulis. Mengasah kemampuan saya dalam merangkai kata dan membuat orang lain menangkap maksud dan tujuan dari setiap tulisan saya.

Secara garis besar, kesimpulan saya tentang manfaat menulis sudah saya jabarkan di atas.

Jadi, mari menulis 🙂